Ketua APPBI Nilai Pusat Perbelanjaan Diperlukan di Ibu Kota Baru

Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Kalimantan Timur akan segera dimulai.
Pusat pemerintahan yang baru ini akan mengusung konsep smart city dan green city.

Keberadaan pusat perbelanjaan untuk melayani masyarakat yang tinggal IKN tentu sangat dibutuhkan.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengamini harapan besar tersebut.

"Pusat perbelanjaan tentunya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bagi mereka yang tinggal di ibu kota negara Nusantara," ucap Alphonzus saat dihubungi Tribun, Kamis (20/1/2022).

Ia menuturkan pembangunan mal akan mengikuti grand desain ibu kota negara yakni green concept.
Namun, Alphonzus menekankan hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan pihak pemerintah.

Hal itu karena Peraturan Presiden mengenai Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru belum diterbitkan.
"Sampai dengan saat ini masih belum ada pembicaraan tentang hal tersebut," tukasnya.

Alphonzus menambahkan APPBI tengah fokus membantu pemerintah menahan penyebaran Covid-19 varian Omicron.

"Pusat Perbelanjaan berharap Covid-19 varian Omicron tidak berdampak terlalu berat terhadap kondisi usaha seperti pada saat varian Delta yang terjadi pada tahun 2021 yang lalu," tutur dia.

Menurutnya, masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah sudah jauh lebih siap dalam menghadapi dan memitigasi penyebaran varian Omicron.

"Tingkat vaksinasi relatif sudah cukup tinggi bahkan pemerintah menargetkan 70 persen dari populasi sudah divaksinasi pada bulan Maret / April 2022," katanya.

Alphonzus semakin optimistis karena vaksin booster sudah dimulai sejak pekan ini.
Ditambah lagi BPOM yang telah memberikan izin penggunaan darurat atas obat Molnupiravir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sempat berujar terkait pembangunan pusat perbelanjaan di IKN.

Basuki menilai kondisi sekarang kaum muda lebih bergantung pada kemajuan teknologi dari pada keberadaan mal.

"Sekarang mal sudah pada tutup misalnya, karena dengan adanya teknologi. Mal sudah enggak perlu. Nah ini kotanya harus didesain seperti itu," ujar Basuki.

Menteri PUPR menegaskan ada mal atau tidak nanti tidak bisa dipastikan oleh dirinya.

Ia bertutur jawaban tersebut harus dituntaskan oleh desainer IKN terpilih.

"Belum tentu, pertanyaan-pertanyaan itu kan yang harus dijawab oleh desainer," ungkapnya.


Sumber :

"tribunnews.com/"

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Muhammad Zulfikar